Rabu, 10 Maret 2010

POWER OF GOAL

“Kalo udah gede, Alif jadi dokter!” Jawab Alif bocah umur 5 tahun yang ditanya ibu guru di hari pertamanya bersekolah. Mungkin sama halnya dengan kita waktu kecil yang ketika ditanya seseorang tentang apa cita-cita kita. Dengan mudah kita menjawab astronot, dokter, presiden, guru, atau lainnya. Tetapi mengapa kita sekarang jika ditanya pertanyaan serupa, ragu untuk menjawabnya? Bahkan banyak siswa terutama siswa SMA yang ditanya tentang apa yang mau dilakukan setelah lulus, itu saja sulit menjawab. Mereka bingung dan merasa ragu karena keinginan, cita-cita, dan impian mereka diwaktu kecil tertutup oleh paradigma yang dibuatnya sendiri. Baik itu kemampuan akademik yang kurang, masalah ekonomi keluarga atau kurangnya self confidence dsb. Padahal yang namanya Goal (tujuan) itu sangat penting.

Bayangin aja ketika kamu naik taksi terus ditanya sama sopirnya “mas mau kemana?” tetapi kamu menjawab “wah nggak tau ya? Saya masih bingung, terserah bapak deh!”. Apakah mungkin kamu bisa sampai tujuan? Jelas nggak sampai, lha tujuannya nggak jelas! Itu sama halnya hidup kita ini. Kalau anda nggak punya yang namanya goal, apa mungkin anda menjadi orang sukses. Ada sebuah ungkapan “A man without goal is like ship without rudder” (seseorang tanpa tujuan seperti sebuah kapal tanpa layar).

Goal bukan hanya sekedar “Saya ingin”, tapi semangat serta hasrat yang besar untuk merealisasikan seperti, “Saya harus bisa mendapatkannya dalam waktu 1 tahun, klau tidak bisa saya akan terus berusaha sampai dapat”. Goal menggabungkan antara tujuandan rencana matang mengenai bagaimana mendapat apa yang kita inginkan.

Segala pertemuan-pertemuan dibumi dan perkembangan tekhnologi pasti sudah ada dipikiran baru tindakan dan hasil yang didapat. Nggak mungkinkan Aeil Amstrong setelah mendarat dibulan lalu bisa selamat kembali ke bumi dan ditanya wartawan “Bagaimana anda bisa sampai kebulan?” trus dia menjawab “wah nggak tahu ya! Waktu itu saya lagi tidur dirumah eh tahu-tahu saya sudah sampai dibulan”. Atau mungkin edmund hilarry orang pertama yang menapakkan kakinya di puncak Mount everets. Nggak mungkin ketika diwawancarai wartawan “bagaimana anda bisa sampai dipuncak Mount Everest?” Trus dia menjawab “waktu itu saya lagi jalan-jalan di Nepal trus tahu-tahu nyasar dipuncak tuh”. Semua itu terjadi karena mereka sudah berpkir dan merencanakan untuk merealisasikan Goal mereka, bukan karena suatu kebetulan.

Ada sebuah penelitian yang diadakan di Havard Bussines School sekolah bisnis termuka do Amerika yakni para lulusan MBA dari sekolah tersebut ditanya,” Apakah anda sudah memiliki tujuan untuk masa depan dan menuliskannya?

Beserta rencana-rencana untuk mencapai tujuan tersebut?”.

Hasilnya 3% dari mereka sudah memiliki tujuan dan menuliskannya, sedang 13% sudah memiliki tujuan tetapi tidak menuliskannya, dan 84% belum memiliki tujuan. Lalu 10 tahun kemudian ternyata kelompok 13% yang memiliki tujuan tetapi tidak menuliskan memiliki pendapatan 2 kali lipat dari pada orang-orang 84% yang belum punya tujuan. Dan yang mengejutkan 3% lulusan yang sudah memiliki tujuan dan menuliskannya memiliki pendapatan 10 kali lipatnya dibandingkan 2 kelompok lainnya.

Kalau kamu sekarang ini belum punya tujuan mulai pikirkan dan tuliskan. Jangan Cuma dipikirkan tapi ditulis juga! Karena dengan menulis, ketika semangat menurun kita bisa membacanya dan menjadi pendorong motivasi kita. Tetapi yang paling baik bukan hanya menuliskannya saja, tetapi juga memvisualisasikan. Misalnya, bila kamu punya cita-cita ingin menjadi dokter cari gambar rumah sakit besar yang kamu ingin bekerja disana atau jika kamu ingin punya mobil 5 digarasi kamu bisa cari gambar yang kamu inginkan. Pokoknya cari gambar yang bisa mamacu semangat mu untuk mencapai tujuanmu.

Jim Carry, seorang aktor hollywood yang namanya meledak lewat film-film komedi. Ketika dia belum terkenal dia sudah memiliki goal yaitu menjadi actor yang gajinya 10 juta dolar. Dia juga membuat sebuah replika cek artist-artist hollywood dan menuliskan nominal uang yang diinginkan beserta tanggal bulan dan tahun yakni 10 tahun. Dan ternyata ketika film the Mask dan Ace Ventura meledak dipasaran box office. Dia mandapat gaji yang lebih dari 10 juta dolar, serta lebih cepat dari waktu yang ia rencanakan 10 tahun menjadi 7 tahun impiannya tercapai.

Namun walaupun kamu sudah menuliskan goal secra terperinci kamu nggak akan pernah mencapai apa yang kamu inginkan jika kamu tidak melakukan rencana yang kamu tulis itu dengan disiplin, konsisten dan berkesinambungan untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Dan ingat, sebuah ungkapan berkata demikian “Kesuksesan 99% usaha dan 1% doa. Tapi, jangan sekalai-kali meremehkan 1% ini, karena tanpa 1% ini segala yang kamu usahakan tidak mungkin tercapai. Doa sangat penting karena setelah kita berikhtiar maka kita harus tawakal kepada Allah. Jika Allah berkehendak cita-cita kita tercapai maka tercapailah, tetapi juga sebaliknya jika tidak maka tidak tercapailah cita-cita kita. Namun Allah telah menjelaskan dalam firmannya Q.S. Ar Road : 11, yakni Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Jadi jangan sampai kita berdoa tanpa ada usaha, itu sama saja dengan orang yang bermimpi. Setiap usaha yang kita lakukan bila itu didasari oleh niat karena Allah maka apapun hasilnya jangan pesimis, karena kalau kita gagal berarti Allah bermaksud baik. Mungkin Allah bermaksud agar kita lebih berusaha lebih keras lagi, atau karena kita belum siap untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Berusahalah mengejar apa yang kamu inginkan, karena setiap manusia mempunyai hak untuk sukses “GET YOUR GOAL! JUST DO IT!”

Sumber: GEMA SMA MTA by: Ginz

GURAME (Guyonan Rame2)

Nggak ngeliat

Ada seorang mengemudi sepeda motor yang ugal-ugalan, saat diperempatan, lampu merahpun menyala. Tapi dia tetap tidak menghiraukannya. Tak lama kemudian seorang polisipun mengejarnya. Setelah berhenti, dia pun ditanya oleh pak polisi.

Polisi : “Hei!!! Apa kamu nggak ngelihat lampu merah

menyala?”

Pengemudi : “Ngelihat dong Pak!!!”

Polisi : “L alu kenapa kamu menerobosnya?”

Pengemudi : “Soalnya saya nggak ngelihat Bapak.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar